Berdasarkan
riset dan analisa saya, baik itu dari pengalaman pribadi dan dari beberapa
kisah teman-teman serta kumpulan artikel-artikel bisnis hampir semua pebisnis
akan melalui 9 tahap ini. Apa saja tahapnya? Yuk, kita lihat, kita sudah sampai
mana dan apa yang sudah terjadi.
1. Euforia
Inilah yang kita rasakan ketika kita baru
memulai bisnis. Kita merasa kita adalah orang yang paling bahagia di dunia
karena berhasil memulai sebuah bisnis. Kita adalah orang yang genius karena
sudah mengeksekusi ide kita dan membuat kenyataan bahwa andalah orang yang
merasa paling hebat karena ide anda sudah teraktual dalam bentuk sebuah usaha
mandiri yang sudah nyata. Tapi apa yang terjadi berikutnya?
2. Realita
Rupanya bisnis kita tidak berjalan sesuai
dengan apa yang kita kira. Bisnis kita memiliki masalah dari A-Z, apa yang kita
rencanakan dan targetkan ternyata sangat jauh dari kenyataan yang kita hadapi.
Yah, lebih kurang seperti beginilah kondisi kita saat bisnis kita sudah
berjalan.
3. Frustasi
Dan perlahan-lahan frustasi mulai menghadapi
kita. Kita sudah melakukan sebisa kita tapi bisnis kita tidak menunjukkan
tanda-tanda kehidupan yang layak. Kita mulai berhalusinasi. Kita mulai
melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan, mulai mengurung diri dan
tidak mau menunjukkan muka kita di hadapan teman-teman kita. Mungkin kita
tampak seperti ini.
4. Putus Asa
Frustasi terus menerus melanda, kenyataan sudah
dianggap kejm dan bahkan menghantui pikiran kita sampai diri kit tak mampu
berfikir positif terhadap diri kita sendiri yang akhirnya membawa kita ke
keputusasaan. Kita mulai tidak bisa berbuat apa-apa. Kita sudah mulai pasrah
terhadap keadaan kita. Dan akhirnya…
5. Bangkrut
Yap.. Bisnis kita yang divonis akan mati
ternyata benar! Bisnis kita bangkrut! Kita sudah tidak memiliki apa-apa bahkan
keluarga kita mencaci serta mengejek diri kita. Bahkan kondisi kita minus. Di
sinilah titik terendah hidup kita. Bisa dikatakan kita lebih kere daripada
pengemis.
6. Penerimaan
Tetapi dibalik keadaan tersebut, kita mulai bisa
menerima apa yang terjadi dengan hidup kita, seiring berjalannya waktu trauma
kita sudah sedikit demi sedikit memudar dan pikiran jernih kita mulai sedikit
terbuka. Pintu hati kita terbuka dengan kondisi bangkrut. Kita membiarkan
bangkrut melalui hidup kita, kita menikmatinya dengan enjoy sambil berfikir
tentang melanjutkan ide yang pernah gagal lalu mengintrofeksi langkah-langkah
kitaa di masa lalu yang pernah kita lalui. Kita menerima bangkrut melalui hidup
kita. Kalau bahasa gaulnya sih, Let It Go..
7. Penentuan
Dan akhirnya kita mulai memutuskan. Memutuskan
apakah kita akan lanjut berbisnis, kembali bekerja, atau bahkan memutuskan
untuk kabur dari kenyataan.
8. Harapan
Dibalik keputusan kita ingin tetap melanjutkan
berbisnis, akhirnya kita bangkit. Kita mulai merasakan aura-aura positif dari
dalam diri kita seperti saat kita memulai bisnis dulu. Akhirnya kita merasakan
ada secercah harapan yang terus bersinar di depan kita yang memberi dorongan
kuat untuk bangkit dari keterpurukan kondisi yang sangat memprihatinkan dan
akhirnya kita bangkit dari tempat sambah yang kita sudah membuang diri di sana
saat mengalami keterpurukan , tetapi saat kita bangkrut kita tidak melihat
harapan tersebut. Dan akhirnya kita bergerak menuju harapan tersebut,
merencanakan, menargetkan, dan mulai bertindak.
9. Sukses
Perjalananpun terus berjalan akhirnya kita menuju tahap terakhir yaitu kita
mencapai sukses kita. Melewati sekian banyak tahap dan tiba di tahap terakhir.
Tetapi di tahap ini kita harus bisa mempertahankan kesuksesan kita.
Kenapa saya beri judul
hampir semua? Karena pada titik penentuan tidak semua pebisnis melanjutkan
untuk berbisnis lagi.
Cukup banyak yang
memutuskan untuk kembali bekerja.
Dan ada pula yang
kabur meninggalkan hutang begitu saja alias kabur dari kenyataan.
Jadi, kamu sudah sampai
tahap keberapa?
Untuk memulai dan ingin berproses silahkan registrasi
- REGISTRASI : SILAHKAN MENCOBA DAN KLIK
- TAHAP PENGEMBANGAN : JOIN TAHAP LANJUT
- SUPPORT BISNIS ANDA DI SINI : GO TO SUCSESS











No comments:
Post a Comment