
Klik ini untuk info lainnya
Kita seringkali menemukan, orang yang pulang seminar Kewirausahaan
dengan wajah berseri-seri, semangat berapi-api, nadanya tinggi meledak-ledak,
serta matanya berbinar-binar penuh harapan baru. Orang tersebut bisa dipastikan
adalah orang yang terkena “virus pengusaha”, dan melihat betapa bercahaya
kehidupan para Pengusaha Sukses. Tanpa Ia sadari bahwa jalan menuju kesuksesan itu sangatlah
Terjal.
Sebagai contoh, Awalnya ada seseorang yang merupakan
seorang karyawan swasta, Tanpa ragu lagi ia pun langsung mencairkan tabungan,
menentukan lokasi usaha, lalu membuka usaha nya, sebut saja Cafe X, dan
langsung berbangga diri ke rekan-rekannya yang masih bekerja sebagai karyawan
swasta, sekarang dirinya punya kebebasan waktu, dan telah berpindah kuadran.
Sebulan pertama, Cafe ditongkrongin setiap hari, sambil
menyambut rekan dan kerabat yang datang memberi selamat untuk pembukaan
cafenya. Bulan kedua, pembeli datar-datar saja, tidak banyak kemajuan. Bulan
ketiga sampai bulan kelima, Ia pun mulai panik, berbagai cara marketing pun
dicoba, mulai dari bagi brosur sampai banting harga dan ditulis besar-besar di
depan cafe dengan harga mentereng.
Bulan keenam, Cafe pun TUTUP !, ia pun putus asa, dan
tidak lama kemudian berkicau ribut-ribut di berbagai forum kewirausahaan. “Hati-hati
tertipu seminar kewirausahaan, saya sudah menjadi korban !!” atau “Jangan percaya seminar wirausaha, ini saya gagal dan yang saya
dapatkan hanya malu dan setumpuk utang. Seminar cuma ngomong enaknya doang,
pembicara brengsek !!”
Klise ? Ya, betul sekali. Cerita klise seperti ini
mungkin salah satu contoh yang sering kita jumpai di lingkungan Entrepreneur.
Lalu, siapakah yang salah ? Pembicara seminar ? Atau peserta seminarnya ?
Daripada ribut dan saling menyalahkan, mari kita telaah dan masalah ini dengan
kepala dingin serta penuh pemikiran positif.
Pertanyaan
utama dari permasalahan ini adalah : Apakah setiap orang bisa menjadi
Entrepreneur ? Ataukah Entrepreneur hanya bakat untuk orang-orang tertentu saja
?
Sebenarnya, ini adalah permasalahan cara
berpikir atau mindset
dan cara bertindak. Saat Anda memutuskan ingin menjadi seorang Entrepreneur,
apakah Anda sudah berpikir dan bertindak layakanya seorang Entrepreneur ? Atau
jangan-jangan Anda hanya fisiknya saja yang sedang menjadi seorang
Entrepreneur, tapi cara berpikir dan cara bertindak Anda masih layaknya seorang
karyawan ?
Lho ?? Apa bedanya ??
Pertama, perlu dipahami terlebih dahulu, bahwa menjadi
seorang Entrepreneur atau karyawan adalah murni pilihan, tidak ada yang lebih
baik di antara keduanya. Pilihan ini adalah pilihan yang sangat adil, karena
setiap orang sebenarnya bebas memilih asalkan memiliki CARA
BERPIKIR dan CARA
BERTINDAK yang TEPAT.
Menjadi Entrepreneur, tidaklah mudah seperti
kelihatannya. Jangan pernah berpikir, bahwa menjadi Boss itu jauh lebih mudah
daripada menjadi karyawan. Anda SALAH BESAR. Menjadi Boss atau seorang
Entrepreneur, memiliki tanggung jawab yang besar, memerlukan pemikiran yang
brilian, intuisi yang jitu, pandangan yang visioner, serta harus mampu
mengambil keputusan secara cepat dan tepat, dan juga masih banyak syarat
lainnya.
Mungkin saat di seminar-seminar, Anda melihat betapa
suksesnya seorang Chairul Tanjung. Namun apakah Anda tahu bagaimana perjuangan
beliau saat merintis bisnis ? Apakah Anda siap hanya tidur 6 jam per hari tanpa
punya banyak waktu untuk keluarga seperti Chairul Tanjung saat masih muda ?
Anda melihat betapa suksesnya seorang Donald Trump.
Namun apakah Anda tahu bahwa ia pernah bangkrut, sampai-sampai pengemis di
pinggir jalan pun lebih kaya dari dirinya ?
Lalu Anda juga mendengar kisah suksesnya Top Ittipat
(CEO snack Tao Kae Noi). Namun apakah Anda tahu bagaimana saat awalnya dia
merintis bisnis ? Apakah Anda paham bagaimana rasanya hampir kehilangan rumah
satu-satunya karena terlilit hutang keluarga, namun sambil masih harus terus
berjuang untuk membalik nasib ? Apakah Anda sanggup gagal berkali-kali seperti
Top Ittipat, dan tetap mesti bangkit berdiri walau rasanya sangat sakit dan
tertekan, bahkan dihina, seperti yang Top Ittipat alami?
Menjadi seorang Entrepreneur, itu artinya juga Anda
sedang mengelola resiko, SETIAP SAAT, SETIAP WAKTU, dan Anda WAJIB SURVIVE
DALAM KEADAAN SESULIT APAPUN. Karena itu, jangan pernah menjadi seorang
Entrepreneur, bila Anda memang tidak siap dengan segala resikonya. Pahami dulu
berbagai resikonya, dan siapkah Anda dengan segala konsekuensinya ?
Siapkah Anda bekerja keras sedangkan orang lain sedang
enak nonton TV atau main game ? Siapkah Anda mesti tetap berpikir jernih walau
sedang dalam tekanan ? ATau dalam sedikit tekanan Anda sudah stress dan
uring-uringan ? Siapkah Anda mesti networking dan berkumpul dengan komunitas,
saat orang lain sedang asik malam mingguan ? Siapkah Anda bila membangun bisnis
dan merasa miskin, karena belum bisa menggaji diri sendiri, sedangkan teman
Anda sedang santai hang out menikmati gaji mereka ? Siapkah Anda meninggalkan
Comfort Zone Anda, dan berjuang untuk SURVIVE AS AN ENTREPRENEUR setiap saat ?
Nah, itulah bedanya, seorang Entrepreneur dengan seorang
Karyawan. Bila Anda ingin menjadi seorang Entrepreneur, bersiaplah dengan
segala resiko dan konsekuensinya. Ubahlah cara berpikir dan cara bertindak Anda
layaknya seorang Entrepreneur sejati.
Seorang Entrepreneur sejati tidak berpikir bahwa Laba
Perusahaan = Gaji Anda. Seorang Entrepreneur harus dan wajib siap melakukan
penghematan di masa awal merintis bisnis, untuk mengembangkan bisnisnya menjadi
lebih besar lagi. Tidak berpikir bahwa saat passive income, waktunya untuk main
game, nonton tv, dan perbanyak terus family time. Entrepreneur mesti mengubah
passive incomenya menjadi MASSIVE PASSIVE INCOME, barulah bisa menikmatinya.
Seorang Entrepreneur selalu berpikir bahwa WAKTU ITU
ADALAH EMAS, karena mereka paham betul bahwa setiap waktu adalah ASET YANG
SANGAT BERHARGA, karena itu tidak boleh dibuang sembarangan. Harus tahu betul,
bahwa dirinya sedang membangun KERAJAAN BISNIS, karena itu mereka selalu
bersabar dan tidak selalu mengharapkan hasil dalam waktu singkat.
Soerang berjiwa Entrepreneur tahu betul, bahwa setiap
bisnis memiliki resiko, dan resiko itulah yang mesti mereka kelola, sehingga
menjadi resiko yang minimal dengan peluang yang besar. Menjadi Entrrepreneur
itu sangatlah menyenangkan, hanya bila Anda memahami segala resiko dan
konsekwensinya.
So, kembali lagi ke pertanyaan awal, Apkah Anda Betul-betul SIAP Menjadi Entrepreneur ?
Pilihan di tangan Anda.
*Penulis bukanlah seorang motivator, bukan juga speaker di
seminar-seminar. Sang Penulis adalah seorang Entrepreneur murni yang
betul-betul bertumbuh dari minus, dan merasakan perjuangan berat dan sampai
saat ini masih dan tetap berproses untuk menjadi sumber kebahagiaan untuk
banyak orang.
MARI
BERKARYA BERSAMA KAMI HANYA DI VISASIA ENTREPRENEUR COMMUNITY https://www.visec.or.id/join-casanova1988
Comments