FORUM ENTREPRENEUR INDONESIA, PERAN ENTREPRENEUR INDONESIA DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI

  • Breaking News

    Sunday, 12 April 2015

    Apakah setiap orang bisa menjadi Entrepreneur ? Ataukah Entrepreneur hanya bakat untuk orang-orang tertentu saja ?




    Klik ini untuk info lainnya

    Kita seringkali menemukan, orang yang pulang seminar Kewirausahaan dengan wajah berseri-seri, semangat berapi-api, nadanya tinggi meledak-ledak, serta matanya berbinar-binar penuh harapan baru. Orang tersebut bisa dipastikan adalah orang yang terkena “virus pengusaha”, dan melihat betapa bercahaya kehidupan para Pengusaha Sukses. Tanpa Ia sadari bahwa jalan menuju kesuksesan itu sangatlah Terjal.
    Sebagai contoh, Awalnya ada seseorang yang merupakan seorang karyawan swasta, Tanpa ragu lagi ia pun langsung mencairkan tabungan, menentukan lokasi usaha, lalu membuka usaha nya, sebut saja Cafe X, dan langsung berbangga diri ke rekan-rekannya yang masih bekerja sebagai karyawan swasta, sekarang dirinya punya kebebasan waktu, dan telah berpindah kuadran.
    Sebulan pertama, Cafe ditongkrongin setiap hari, sambil menyambut rekan dan kerabat yang datang memberi selamat untuk pembukaan cafenya. Bulan kedua, pembeli datar-datar saja, tidak banyak kemajuan. Bulan ketiga sampai bulan kelima, Ia pun mulai panik, berbagai cara marketing pun dicoba, mulai dari bagi brosur sampai banting harga dan ditulis besar-besar di depan cafe dengan harga mentereng.
    Bulan keenam, Cafe pun TUTUP !, ia pun putus asa, dan tidak lama kemudian berkicau ribut-ribut di berbagai forum kewirausahaan. “Hati-hati tertipu seminar kewirausahaan, saya sudah menjadi korban !!” atau “Jangan percaya seminar wirausaha, ini saya gagal dan yang saya dapatkan hanya malu dan setumpuk utang. Seminar cuma ngomong enaknya doang, pembicara brengsek !!”
    Klise ? Ya, betul sekali. Cerita klise seperti ini mungkin salah satu contoh yang sering kita jumpai di lingkungan Entrepreneur. Lalu, siapakah yang salah ? Pembicara seminar ? Atau peserta seminarnya ? Daripada ribut dan saling menyalahkan, mari kita telaah dan masalah ini dengan kepala dingin serta penuh pemikiran positif.
    Pertanyaan utama dari permasalahan ini adalah : Apakah setiap orang bisa menjadi Entrepreneur ? Ataukah Entrepreneur hanya bakat untuk orang-orang tertentu saja ?
    Sebenarnya, ini adalah permasalahan cara berpikir atau mindset dan cara bertindak. Saat Anda memutuskan ingin menjadi seorang Entrepreneur, apakah Anda sudah berpikir dan bertindak layakanya seorang Entrepreneur ? Atau jangan-jangan Anda hanya fisiknya saja yang sedang menjadi seorang Entrepreneur, tapi cara berpikir dan cara bertindak Anda masih layaknya seorang karyawan ?
    Lho ?? Apa bedanya ??
    Pertama, perlu dipahami terlebih dahulu, bahwa menjadi seorang Entrepreneur atau karyawan adalah murni pilihan, tidak ada yang lebih baik di antara keduanya. Pilihan ini adalah pilihan yang sangat adil, karena setiap orang sebenarnya bebas memilih asalkan memiliki CARA BERPIKIR dan CARA BERTINDAK yang TEPAT.
    Menjadi Entrepreneur, tidaklah mudah seperti kelihatannya. Jangan pernah berpikir, bahwa menjadi Boss itu jauh lebih mudah daripada menjadi karyawan. Anda SALAH BESAR. Menjadi Boss atau seorang Entrepreneur, memiliki tanggung jawab yang besar, memerlukan pemikiran yang brilian, intuisi yang jitu, pandangan yang visioner, serta harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat, dan juga masih banyak syarat lainnya.
    Mungkin saat di seminar-seminar, Anda melihat betapa suksesnya seorang Chairul Tanjung. Namun apakah Anda tahu bagaimana perjuangan beliau saat merintis bisnis ? Apakah Anda siap hanya tidur 6 jam per hari tanpa punya banyak waktu untuk keluarga seperti Chairul Tanjung saat masih muda ?
    Anda melihat betapa suksesnya seorang Donald Trump. Namun apakah Anda tahu bahwa ia pernah bangkrut, sampai-sampai pengemis di pinggir jalan pun lebih kaya dari dirinya ?
    Lalu Anda juga mendengar kisah suksesnya Top Ittipat (CEO snack Tao Kae Noi). Namun apakah Anda tahu bagaimana saat awalnya dia merintis bisnis ? Apakah Anda paham bagaimana rasanya hampir kehilangan rumah satu-satunya karena terlilit hutang keluarga, namun sambil masih harus terus berjuang untuk membalik nasib ? Apakah Anda sanggup gagal berkali-kali seperti Top Ittipat, dan tetap mesti bangkit berdiri walau rasanya sangat sakit dan tertekan, bahkan dihina, seperti yang Top Ittipat alami?
    Menjadi seorang Entrepreneur, itu artinya juga Anda sedang mengelola resiko, SETIAP SAAT, SETIAP WAKTU, dan Anda WAJIB SURVIVE DALAM KEADAAN SESULIT APAPUN. Karena itu, jangan pernah menjadi seorang Entrepreneur, bila Anda memang tidak siap dengan segala resikonya. Pahami dulu berbagai resikonya, dan siapkah Anda dengan segala konsekuensinya ?
    Siapkah Anda bekerja keras sedangkan orang lain sedang enak nonton TV atau main game ? Siapkah Anda mesti tetap berpikir jernih walau sedang dalam tekanan ? ATau dalam sedikit tekanan Anda sudah stress dan uring-uringan ? Siapkah Anda mesti networking dan berkumpul dengan komunitas, saat orang lain sedang asik malam mingguan ? Siapkah Anda bila membangun bisnis dan merasa miskin, karena belum bisa menggaji diri sendiri, sedangkan teman Anda sedang santai hang out menikmati gaji mereka ? Siapkah Anda meninggalkan Comfort Zone Anda, dan berjuang untuk SURVIVE AS AN ENTREPRENEUR setiap saat ?
    Nah, itulah bedanya, seorang Entrepreneur dengan seorang Karyawan. Bila Anda ingin menjadi seorang Entrepreneur, bersiaplah dengan segala resiko dan konsekuensinya. Ubahlah cara berpikir dan cara bertindak Anda layaknya seorang Entrepreneur sejati.
    Seorang Entrepreneur sejati tidak berpikir bahwa Laba Perusahaan = Gaji Anda. Seorang Entrepreneur harus dan wajib siap melakukan penghematan di masa awal merintis bisnis, untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar lagi. Tidak berpikir bahwa saat passive income, waktunya untuk main game, nonton tv, dan perbanyak terus family time. Entrepreneur mesti mengubah passive incomenya menjadi MASSIVE PASSIVE INCOME, barulah bisa menikmatinya.
    Seorang Entrepreneur selalu berpikir bahwa WAKTU ITU ADALAH EMAS, karena mereka paham betul bahwa setiap waktu adalah ASET YANG SANGAT BERHARGA, karena itu tidak boleh dibuang sembarangan. Harus tahu betul, bahwa dirinya sedang membangun KERAJAAN BISNIS, karena itu mereka selalu bersabar dan tidak selalu mengharapkan hasil dalam waktu singkat.
    Soerang berjiwa Entrepreneur tahu betul, bahwa setiap bisnis memiliki resiko, dan resiko itulah yang mesti mereka kelola, sehingga menjadi resiko yang minimal dengan peluang yang besar. Menjadi Entrrepreneur itu sangatlah menyenangkan, hanya bila Anda memahami segala resiko dan konsekwensinya.
    So, kembali lagi ke pertanyaan awal, Apkah Anda Betul-betul SIAP Menjadi Entrepreneur ?
    Pilihan di tangan Anda.
    *Penulis bukanlah seorang motivator, bukan juga speaker di seminar-seminar. Sang Penulis adalah seorang Entrepreneur murni yang betul-betul bertumbuh dari minus, dan merasakan perjuangan berat dan sampai saat ini masih dan tetap berproses untuk menjadi sumber kebahagiaan untuk banyak orang.
    MARI BERKARYA BERSAMA KAMI HANYA DI VISASIA ENTREPRENEUR COMMUNITY https://www.visec.or.id/join-casanova1988


    Fashion

    Beauty

    Culture