FORUM ENTREPRENEUR INDONESIA, PERAN ENTREPRENEUR INDONESIA DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI

  • Breaking News

    Thursday, 10 March 2016

    GERAK GELAP DAN TERANG DALAM DIRI KITA MENUJU KEKOSONGAN SEJATI




    Sering kita mendengar bahwa hidup itu adalah pilihan. Memiih untuk berprestasi, memiih untuk jadi pemenang, memilih untuk bahagia, memilih untuk sedih, memilih untuk dendam, memilih untuk damai dan lain-lain dalam aspek yang dijalani merupakan pertarungan dialektis antara alam mental kita sebagai manusia dengan alam kenyataan yang dihadapi oleh manusia.

    Dalam diri kita terdapat 2 unsur yang mempengaruhi setiap keputusan kita baik dalam melangkah, cara pandang dan sikap kita dalam menangkap setiap persoaan hidup. Anggap misalnya bahwa dalam diri kita ada kegelapan murni dan ada cahaya murni dan ada sumber dari keduanya.

    Kegelapan sering diartikan sebagai kejahatan dan cahaya sering diartikan dengan kebaikan dalam dunia kenyataan yang kita hadapi sehingga perdebatan yang muncul adalah dialektika benar dan salah, dialektika baik dan buruk, dialektika indah dan tidak indah, dialektika antara layak dan tidak layak. Kesemua dialektika itu adalah pertarungan-pertarungan alam mental kita sebagai efek dari siklus gerak sisi gelap (Kemisteriusan) dan sisi cahaya (hal yang sudah jelas) dalam diri kita.

    Fanatisme lahir karena kecendrungan dari salah satu sisi sehingga keluar dari keseimbangan alam mental kita dan hal itu meniscayakan pertarungan cara pandang dan tindakan kita di alam kenyataan yang kita hadapi, sehingga hal tersebut dapat memastikan adanya pertarungan yang pasti di alam fisik di mana kita tinggali. Orang berkonflik, bermusuhan, berdamai, berkawan, saling benci adalah merupakan salah satu contoh dari gambaran seimbangnya atau tidak di mensi gelap dan terang dalam alam mental kita sebagai manusia.

    Alam mental kita yang berupa sisi gelap murni dan sisi terang murni masing-masing memiliki kebutuhan satu sama lain dan keduanya tidak bias eksis masing-masing dengan meniadakan satu sama lain dan keduanya juga membutuhkan hal yang ada di alam nyata di mana kita hidup. Memenuhi kebutuhan keduanya tanpa memihak adalah melambangkan dari sisi pertarungan yang punya seni karena pertarungan keduanya merupakan hal yang saling membutuhkan satu sama lain, menyerang dan bertarungnya kedua sisi tersebut adalah untuk saling memberi keuntungan satu sama lain dalam membentuk pribadi kita sebagai manusia yang seharusnya yang tak mimilih apakah ini benar ataukah merupakan hal yang salah dalam bahasa alam kenyataan di mana kita tinggal.

    Keburukan dan kebaikan yang ditanggapi oleh bahasa alam kita di mana kita tinggal merupakan kebutuhan dari kedua aspek sisi gelap dan sisi terang dalam alam mental kita, jika ada kesalahan atau keburukan yang kita terima atau perbuat jangan terbawa suasana akan tetapi tetap tenang dan membiarkan sisi gelap itu melahap hal tersebut karena itu merupakan kebutuhan dari sisi gelap kita daan begitu pula sebaliknya, sehingga dengan adanya kita menyerahkan semuanya kepada sisi geap dan terang di alam mental kita untuk mengambil masing-masing yang dibutuhkannya maka kita akan menjadi selayaknya manusia yang punya kebijaksanaan yang tidak perlu meniai apaka itu benar atau salah dan apakah itu baik atau buruk serta apakah itu layak atau tidak layak karena kesemua aspek itu sudah diurus dalam alam mental kita selama kita mau dan rela menyerahkan semuanya kepada keduanya tanpa pemihakan dan inilah yang dimaksud dengan peperangan yang penuh dengan seni yang akan mengantarkan kita pada kekosongan sejati.



    No comments:

    Fashion

    Beauty

    Culture